Pernahkah kita bertemu dengan orang yang berpenampilan
seperti ini?
- Apa yang ada dalam pikiran teman-teman orang yang ada di gambar ini?
- Apa dia orang gila, orang susah, orang tidak berpendidikan, atau apalah yang jelek-jelek
Sedikit saya akan mengingat dan bercerita dari film pendek
yang pernah saya saksikan di TransTv
Sebut saja
namanya Jono dan Joni mereka adalah dua orang marketing yang bekerja disebuah
showroom mobil mewah yang cukup besar, yang setiap harinya datang orang-orang
berduit berpenampilan rapih,stylish, untuk mereka layani transaksi pembelian
mobil.
Disela-sela
waktu kerjanya mereka mengobrol dengan sebuah topik si Jono mempunyai masalah yang
cukup rumit dengan hidupnya, mulai dari hutang dimana-mana, bertengkar dengan
istrinya dll kepada si Joni, Joni dengan seksama mendengarkan kisah hidup si
Jono.
Lalu jono
bertanya ke joni, “ joni, tapi lu kok gw
perhatiin kayaknya hidup lu lurus-lurus aja, gw liat ditempat kerja kayaknya lu
gak ada beban gitu”, lalu joni menjawab, “ ah masa sih jono, keliatannya aja gw
gak ada masalah tapi sebenernya juga banyak tapi ya gw bawa enjoy aja, banyakin
bersyukur sama Tuhan udah banyak banget sebenernya yang dia kasih ke kita, ya..
kita tinggal syukurin aja walaupun banyak masalah dan gw yakin kalo kita sabar
pasti bakalan indah pada waktunya.” Jono pun terdiam mendengar jawaban Joni.
Tiba-tiba ada
yang datang dari luar showroom seorang Bapak-bapak yang umurnya sekitar 50 tahunan dengan pakaian lusuhnya, sandal
jepit yang kontras sekali penampilannya dengan orang-orang yang ada di
showroom, lalu si jono dengan sinisnya melihat Bapak itu dan menghampirinya.
Jono bertanya, “ngapain pak ke showroom ini?” Bapak itu menjawab dengan
sopan.”saya mau liat-liat mobil de, yang ini mobilnya bagus ya harganya
berapa?” sambil melihat-lihat dan memegang salah satu mobil yang mahal,” dengan
sinisnya joni menjawab,”itu harganya mahal pak” sambil meninggalkan si Bapak menuju
ketempat Joni sampai Bapak itu memanggil jono tapi jono tidak menggubris
panggilan Bapak itu.
Karena Joni
melihat perlakuan Jono kepada si bapak itu tidak menunjukan rasa hormat , Joni
marah ke Jono, tapi jono beralasan kalo bapak itu orang tidak berduit yang mau
liat mobil mahal. Lalu joni menghampiri si Bapak tersebut dan bertanya “ada
yang bisa saya bantu pak?” bapak itu menjawab, “ mobil ini harganya berapa ya
de, boleh saya lihat dalam mobil ini?” kata joni menjawab “mobil ini harganya
930 juta pak, oh bapak mau liat dalamnya boleh pak saya buka-kan pintunya,
silahkan dilihat”, lalu bapak itu merasa cocok dengan mobil pilihannya
begitupun joni yang setuju dengan pilihan Bapak itu. Lalu Bapak itu setuju mau
membeli mobil yang harganya mahal ini dan menyuruh seorang perempuan yang adalah
asistennya yang sedari tadi diluar menunggu untuk mengurus administrasi
pembelian mobil si Bapak.
Joni kaget
karena bapak itu mau membeli mobil di showroom tempat dia bekerja, lalu dia
bertanyanya kepada asistennya “bu, maaf kalo pertanyaan saya menyinggung saya
gak menyangka Bapak ini benar-benar ingin membeli mobil itu” sekretaris itu
tersenyum dan menjawab, “iya beliau itu sebenernya seorang seniman yang
karya-karyanya mahal dan terkenal didalam dan luar negeri, mangkannya beliau
berpakaian agak nyentrik seperti itu, tapi dia pribadi yang ramah kok pak, dan
dari kemarin kita sudah kebeberapa showroom untuk membeli mobil tapi banyak
dari mereka yang memperlakukan beliau tidak baik, mungkin karena penampilannya”.
Setelah
selesai dengan keperluan administrasi pembelian mobil, si bapak itu berkata
“terima kasih de sudah membantu saya memilih mobil” sambil bersalaman lalu si
sekretaris memberikan sebuah cek bernilai jutaan rupiah kepada joni. Joni
sangat berterima kasih kepada seniman itu karena Joni saat ini sangat
membutuhkan uang untuk keperluannya, bukan hanya dari bapak seniman itu Joni
mendapatkan bonus yang banyak, tetapi juga dari showroom karena dia telah
berhasil menjual sebuah mobil mahal.
Dari cerita
itu kita bisa memetik pelajaran bahwa “jangan menilai orang dari luarnya saja”
berbaik sangka dan bersikap baiklah kepada setiap orang, bagaimana pun
penampilannya. Ngomong-ngomong saya juga pernah diperlakukan seperti itu loh
mulai dari satpam, penjaga minimarket, pramusaji di restaurant dll. Mungkin karena
penampilan saya terlihat seperti anak-anak dan di sepelekan, atau saya tidak
ada tampang berduit? (kalo yang ini bener hehe :p)
Semoga kita
termasuk orang-orang yang tidak merendahkan orang lain hanya dari melihat dan
menilai penampilannya saja, Think Positive :)
