“Sesungguhnya hanya disisi Allah ilmu tentang hari kiamat; dan Dia yang
menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam Rahim dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui
(dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok dan tidak ada seorang pun
yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha
mengetahui, Maha mengenal.” QS.Lukman-34
Selesai kuliah
Jam 10 pagi aku mengendarai sepeda motor dari kampus ke bank mu’amalat kantor
cabang Cilegon untuk menabung, dengan beberapa uang pecahan 100rb ditangan, 1
lembar slip setor tunai dan sebuah buku tabungan yang tulisan didalam tabungan
itu masih sedikit dengan saldo yang masih sedikit pula.
Lama ku
menunggu antrian untuk menghadap teller bank, sambil melihat kearah tv yang menunjukan
nomer antrian yang aku pegang. celingak celinguk tengok kanan tengok kiri memperhatikan
setiap sisi kantor bank ini, tentunya sisi yang paling menarik perhatian di
kantor ini adalah meja para Teller yang dibelakangnya ada Teller-teller yang
cantik nan anggun melayani para nasabah dengan ramahnya.
Entah apa yang
membuatku sampai menengok agak kebelakang sebelah kanan dari tempat ku duduk
menunggu antrian, ada sebuah papan hitam 1,5mx1m tergantung di dinding
bertuliskan beberapa informasi keuangan. Tetapi ada sebuah kalimat yang
membuatku merasa merinding dibuatnya, kalimat yang bukan dibuat oleh manusia
tentunya.
“…Tidak
ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan
dikerjakannya besok…”
QS.Lukman-34
Yaa!!! Sebuah
kalimat dari potongan ayat Al-Qur’an surat Lukman ayat 34 yang membuat ku
merinding, dengan isinya yang pasti tidak terbantahkan karena memang benar
adanya keadaan yang menurutku pasti dialami oleh semua manusia di seluruh
dunia. Karena melihat kalimat itu sampai-sampai aku tidak memperhatikan kalau
nomer antrianku sudah di tunjukan di tv yang menggantung di langit-langit
kantor bank dan dipanggil beberapa kali oleh teller.
Selesainya
dari bank, sepanjang jalan mengendarai sepeda motor menuju kost-an tempat ku
tinggal aku terus memikirkan sepotong ayat Al-Qur’an itu, aku berfikir apa yang
selama ini aku rencanakan dan jalankan. Itu sering diuar rencana saat
dijalankan, kadang berjalan dengan lancar, sangat lancar bahkan lebih baik dari
yang direncanakan atau sebaliknya. Bahkan seluruh arti dari ayat itu saat aku
membacanya pun sangat membuat seluruh tubuh bergetar.
mungkin ini
yang ditunjukan oleh Allah SWT kepada kita untuk menjalankan beragam aktivitas
kedepannya. Agar kita senantiasa bersyukur, berusaha dan berdoa menuju hari
esok yang lebih baik. Kita memang tidak akan pernah tau dengan pasti apa yang
akan terjadi esok hari, tetapi yang pasti masih ada usaha dan doa yang dapat
membuat semua indah pada waktunya. Syukuri apa yang ada, Karena hidup ini Indah
| Das Leben Ist Schon | La vita e bella | Life is beautiful.

No comments:
Post a Comment