Friday, February 21, 2014

KERTAS USANG BERUMUR 4 TAHUN



Jam 11 malam aku sedang menonton acara talkshow di tv, dengan 2 orang narasumber yang masih sangat muda, dengan umur yang masih muda itu mereka bisa dibilang sukses dalam berkarir. Hal tersebut menunjukan kalau mereka berdua termasuk orang-orang yang memanfaatkan waktunya dan kelebihan yang mereka miliki dengan cukup maksimal, sehingga mereka bisa berda di level sukses dalam berkarir.
Mengenai memanfaatkan waktu membuatku teringat sebuah tulisan dari lembar buletin yang aku dapatkan sekitar 4 tahun lalu dan masih aku simpan sampai sekarang. Lalu aku ambil di tempat penyimpanan barang-barang milikku yang menurutku dapat mengingatkan kembali kepada suatu momen, kemudian aku baca kembali tulisan itu yang ada di kertas usang berumur 4 tahun itu.
Betapa Berharganya Waktu
Waktu adalah aset manusia yang paling berharga setelah akal, ruh dan kalbu. Waktu begitu penting dan berharga karena memiiki empat sifat utama yaitu tidak dapat  digantikan (unsubstitutive), tidak dapat diperbaharui (unrenewable), tidak dapat dipindah tangankan (untrusferable), dan tidak dapat disimpan (unsaving). Kata-kata dibawah ini mudah-mudahan menyadarkan kita betapa berharganya waktu. Meski ia hanya sepersekian detik!
Jika ingin tahu betapa berharganya waktu Satu Tahun, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas
Jika ingin tahu betapa berharganya waktu Satu Bulan, tanyalah pada seorang ibu hamil yang melahirkan anak secara prematur
Jika ingin tahu betapa berharganya waktu Satu Hari, tanyalah pada buruh atau pekerja kasar yang menerima upah harian
Jika ingin tahu betapa berharganya waktu Satu  Jam, tanyalah pada mereka yang diberi waktu terbatas untuk bertemu kekasih atau anak dan isterinya
Jika ingin tahu betapa berharganya waktu Satu Menit, tanyalah pada mereka yang tertinggal pesawat
Jika ingin tahu betapa berharganya waktu Satu Detik, tanyalah pada mereka yang selamat dari kecelakaan
Jika ingin tahu betapa berharganya waktu Sepersekian Detik, tanyalah pada Valentino Rossi, Lewis Hamilton atau para pembalap dan pelari yang ada di posisi kedua
Itulah tulisan dari sebuah kertas usang berumur 4 tahun yang masih aku simpan sampai sekarang, isinya begitu membuat kita sadar begitu berharganya waktu, semoga kita menjadi orang-orang yang menghargai dan memanfaatkan waktu yang diberikan dengan maksimal.

Thursday, February 20, 2014

WHAT WILL BE EARN TOMORROW???



“Sesungguhnya hanya disisi Allah ilmu tentang hari kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam Rahim dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha mengetahui, Maha mengenal.” QS.Lukman-34
Selesai kuliah Jam 10 pagi aku mengendarai sepeda motor dari kampus ke bank mu’amalat kantor cabang Cilegon untuk menabung, dengan beberapa uang pecahan 100rb ditangan, 1 lembar slip setor tunai dan sebuah buku tabungan yang tulisan didalam tabungan itu masih sedikit dengan saldo yang masih sedikit pula.
Lama ku menunggu antrian untuk menghadap teller bank, sambil melihat kearah tv yang menunjukan nomer antrian yang aku pegang. celingak celinguk tengok kanan tengok kiri memperhatikan setiap sisi kantor bank ini, tentunya sisi yang paling menarik perhatian di kantor ini adalah meja para Teller yang dibelakangnya ada Teller-teller yang cantik nan anggun melayani para nasabah dengan ramahnya.
Entah apa yang membuatku sampai menengok agak kebelakang sebelah kanan dari tempat ku duduk menunggu antrian, ada sebuah papan hitam 1,5mx1m tergantung di dinding bertuliskan beberapa informasi keuangan. Tetapi ada sebuah kalimat yang membuatku merasa merinding dibuatnya, kalimat yang bukan dibuat oleh manusia tentunya.
“…Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok…”
QS.Lukman-34
Yaa!!! Sebuah kalimat dari potongan ayat Al-Qur’an surat Lukman ayat 34 yang membuat ku merinding, dengan isinya yang pasti tidak terbantahkan karena memang benar adanya keadaan yang menurutku pasti dialami oleh semua manusia di seluruh dunia. Karena melihat kalimat itu sampai-sampai aku tidak memperhatikan kalau nomer antrianku sudah di tunjukan di tv yang menggantung di langit-langit kantor bank dan dipanggil beberapa kali oleh teller.
Selesainya dari bank, sepanjang jalan mengendarai sepeda motor menuju kost-an tempat ku tinggal aku terus memikirkan sepotong ayat Al-Qur’an itu, aku berfikir apa yang selama ini aku rencanakan dan jalankan. Itu sering diuar rencana saat dijalankan, kadang berjalan dengan lancar, sangat lancar bahkan lebih baik dari yang direncanakan atau sebaliknya. Bahkan seluruh arti dari ayat itu saat aku membacanya pun sangat membuat seluruh tubuh bergetar.
mungkin ini yang ditunjukan oleh Allah SWT kepada kita untuk menjalankan beragam aktivitas kedepannya. Agar kita senantiasa bersyukur, berusaha dan berdoa menuju hari esok yang lebih baik. Kita memang tidak akan pernah tau dengan pasti apa yang akan terjadi esok hari, tetapi yang pasti masih ada usaha dan doa yang dapat membuat semua indah pada waktunya. Syukuri apa yang ada, Karena hidup ini Indah | Das Leben Ist Schon | La vita e bella | Life is beautiful.